Tampilkan postingan dengan label Pernak Pernik Hariku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pernak Pernik Hariku. Tampilkan semua postingan

Tetap Di JalurNya

Di depan kost an saya ada sebuah warung tenda yang menjual bebek goreng. Warung itu buka pada sore harinya hingga menjelang tengah malam. Keempukan bebek gorengnya, membuat lidah kita bakal bergoyang. Hahaha... lebay. Yah pokoknya enak bangetlah, tidak rugi kalau kita membeli.

Karena rasanya yang lezat, tak jarang pembeli harus mengantri untuk mendapatkannya. Tiap-tiap orang diberikan nomor antrian, dan tiap nomor antrian yang dipanggil oleh mas-masnya, silahkan mengacung. hahaha... seperti absen di kelas kuliah saja.


Sore itu, saya dan seorang teman saya mengantri untuk bisa menikmati si bebek goreng. Waktu itu warung nya masih baru buka. Tapi ternyata antrian sudah banyak. Demi si bebek goreng kita bela-belain ngantri. 5 menit, 10 menit, hingga 30 menit si bebek goreng tak kunjung datang. Jus jeruk yang dipesan, sudah hampir habis. Hahaha...

Perasaan kesel seperti nya sudah mulai menyergap. Bukan hanya karena perut udah keroncongan tapi malamnya kita ada kelas ekstensi. Akhirnya 45 menit kemudian pesanannya datang. Dan langsung menyantap si bebek goreng tadi. Begitu menyantapnya, rasa kesel tadi seakan hilang, berganti dengan rasa nikmatnya makanan itu. Karena saya tetap sabar mengantri, akhirnya saya bisa menikmati masa-masa menyenangkan.

Demikian pula ketika kita mengikut Tuhan. Penderitaan demi penderitaan pasti kita alami. Masalah demi masalah membuat kita jengkel dan terus gangguin hidup kita. Tapi jika kita bersabar di dalam Tuhan, maka penderitaan itu tidak seberapa dengan sukacita yang akan kita tuai.

Kita boleh saja menderita karena dihina dan dikucilkan orang lain. Tapi suatu ketika nanti justru kita akan dipuji, dihormati dan dikenal karena iman kita di dalam Tuhan. Jadi, tetaplah berada pada jalur Tuhan dan bersabarlah dalam penderitaan, sukacita besar menanti kita.


2 Kor 4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.


Kebaikan Kecil yang Berdampak Besar

Hampir 1 bulan, blog ini terlantar. Ga diupdate, dan ga follow balik teman-teman yang sudah komentar di sini. Saking lamanya ga update Mikha sampai menanyakan update blog ini lewat fesbuk. Thanx ya Mikha. senyum


Mari kita bercerita sedikit mengenai apa yang terjadi pada saya. *kamu kira kamu itu seleb apa?Hahaha..sengihnampakgigi

Dua bulan belakangan ini, saya sibuk mengerjakan skripsi saya. Yang membuat pikiran mumet, dan begadang sampai subuh menjadi makanan sehari-hari. Mengerjakan aplikasi web dengan koding-kodingnya, tak ketinggalan menulis bukunya.


Banyak kendala dan rintangan pada saat menjalankan itu semua. Menuntut kesabaran dan kesadaran untuk enggak mengandalkan kekuatan sendiri. *tapi andalkan God. Dan akhirnya Senin sore lalu saya seminar. Dan puji Tuhan hasilnya memuaskan.

Selama bimbingan dengan bapak dosen pembimbing saya, saya mendapat banyak motivasi.

1. Beberapa bulan lalu, bapak saya mengalami kecelakaan dari sepeda motor. Tempurung lututnya bergeser. Bapak saya terlempar beberapa meter dari sepeda motornya. Sempat beberapa hari harus jalan menggunakan tongkat.

Dan secara ga langsung, hal ini membuat saya tidak fokus pada pengerjaan skripsi saya. Pada saat itu, dosen pembimbing saya memberi saya motivasi "Apa pun yang terjadi dalam hidup kita, itu semua tak menjadikan alasan untuk kita terus hidup, untuk terus berjalan, untuk terus beraktivitas. Dan kamu, anak pertama jadi kamu harus tangguh. *Saat itu saya pernah menceritakan masalah ini pada dosen pembimbing saya. Motivasi yang menguatkan saya. Dan puji Tuhan, bapak saya sekarang udah sembuh

2. Pada saat selesai seminar kemarin, lagi-lagi dosen pembimbing saya bilang "Ingatlah sekecil apapun yang kamu perbuat "yang baik", suatu saat itu pasti bermanfaat.

Saya baru kenal dosen pembimbing saya ini beberapa bulan lalu, tapi banyak hal kata-katanya yang memotivasi saya. Saya cuma bisa bilang terima kasih. Mungkin bagi dosen saya itu, itu cuma sebatas kata-kata, tapi bagi saya kata-kata itu memotivasi saya untuk bisa lebih baik.

Hal ini jadi pembelajaran buat saya, sekecil apapun yang bisa kamu perbuat untuk kebaikan orang lain, lakukanlah. Bisa saja pada saat itu, orang itu benar-benar membutuhkan pertolongan. Siapa tau, bagi orang yang ditolong, kata-kata dari kamu adalah motivasi yang menguatkannya. Siapa yang tau, ya kan?

So..ayo kita berbuat kebaikan, sekecil apapun itu.

Picture source : sini

Photobucket

Segala Sesuatu Indah Pada Waktunya

Bulan September ini mengingatkan saya pada kejadian beberapa tahun lalu yaitu tahun 2007. Bulan dan tahun di mana saya masuk kuliah ekstensi di salah satu universitas negeri di kota Bandung. Cita-cita saya dulu sewaktu lulus D3 adalah meneruskan kuliah, sampai saya bisa mendapatkan gelar sarjana. Karena beberapa hal, cita-cita saya itu harus tertunda. Saya bilang tertunda, karena saya tahu suatu saat nanti saya akan mengejar kembali cita-cita saya itu.

Setelah lulus D3 di bulan November 2005, saya mencoba untuk mengadu nasib di kota Bandung, melamar pekerjaan ke sana ke sini tapi kesempatan untuk bekerja itu belum pernah ada. Ada satu perjanjian yang saya buat dengan ibu saya, ketika saya baru lulus D3. Ibu saya bilang, saya di kasih waktu 6 bulan untuk mendapatkan pekerjaan di Bandung. Kalau masih belum dapat juga, saya harus pulang kampung. Dan jika dalam 6 bulan saya belum mendapatkan pekerjaan di kampung saya, ibu saya mengizinkan saya untuk ke Jakarta.


Setelah 6 bulan usaha itu belum membuahkan hasil. Saya mulai berpikir, apa yang salah dengan saya. Saya lulus dengan IPK yang lumayan, yah diatas standar sedikit. Berdoa sama Tuhan? Saya melakukannya setiap hari. Keadaan itu membuat saya cukup sedih.

Saya menepati janji saya pada ibu saya. saya pulang ke Riau di bulan Juli 2006. Ibu saya bilang, ada lowongan pekerjaan di sana. Dan katanya, ada kenalan di sana, yang akan membantu. Tunggu, tunggu dan menunggu. Dari sekian banyak pekerjaan, sepertinya pekerjaan itu lah yang membutuhkan kesabaran ekstra. Di awal bulan Desember tahun 2006, saya mendapatkan panggilan tes dari perusahaan itu, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kelapa sawit. Setelah melewati beberapa tes, akhirnya teman-teman... akhirnya saya tidak lulus. sedih Harapan untuk segera bekerja hilang. Lagi-lagi saya harus kecewa.

Genap 1 tahun saya jadi pengangguran. Huh istilah yang sangat memberatkan. Saya menyampaikan keinginan saya untuk kuliah lagi pada orang tua saya. Orang tua saya tidak menyetujui keinginan saya itu. Bahkan perjanjian dengan ibu saya itu, tidak ditepati oleh ibu saya. Ibu saya bilang, tunggu dulu beberapa bulan lagi. Siapa tau yang gagal kemarin bisa diurus lagi. Dan kembali saya harus menunggu lagi. Melewati bulan-bulan dengan status pengangguran itu ternyata tidak enak yah. Saya ingat karena keadaan itu, saya jadi sering murung, terkadang saat saya sendiri, saya menangis, ada perasaan depresi dan stres juga. Dan karena saya kecewa dengan ibu saya yang tidak menepati janji, saya jadi sering mengeluarkan perkataan yang saya tahu itu akan menyakiti dan membuat hati orang tua saya bersedih.

Dalam keadaan seperti itu, Tuhan mengajarkan saya untuk bersabar. Karena Tuhan punya rencana indah yang tidak terpikirkan oleh saya. 2 hari sebelum ulang tahun saya di bulan April 2007, saya mendapat surat bahwa saya di terima di perusahaan itu. Dan saya bisa bekerja di akhir bulan Mei 2007. Orang tua saya tentu senang. Dan saat yang bersamaan, orang tua saya menanyakan kepada saya, apakah saya mau menerima pekerjaan itu atau mau mengejar cita-cita saya? Keputusan sepenuhnya ada di tangan saya. Saya kaget campur senang pada saat itu, orang tua saya yang jelas-jelas tidak mengijinkan saya untuk meneruskan kuliah tiba-tiba memberikan saya pilihan itu. Sungguh, kado yangterindah buat saya. Saya putuskan untuk mengejar cita-cita saya.

Beberapa hari kemudian saya sudah di kota Bandung. Saya berencana untuk mencari pekerjaan lagi. Saya ingin membuktikan pada orang tua saya bahwa kesempatan untuk kaum minoritas (red Batak dan kristen) akan selalu ada, tanpa embel-embel koneksi. Dalam waktu 1 bulan di Bandung, saya sudah mendapatkan pekerjaan. Kegembiraan itu belum saya bagi dengan orang tua saya. Karena mereka mengatakan pada saya, untuk fokus kuliah saja tidak usah mencari pekerjaan. Tapi karena alasan tertentu, akhirnya saya mengatakan hal itu pada orang tua saya. Senang rasanya, karena bulan berikutnya, saya bisa menghidupi diri saya sendiri dengan gaji yang ga seberapa itu, tanpa kekurangan tentunya. Bagaimana dengan rencana kuliah saya? Yup, saya melanjutkan kuliah saya.

Dari hal ini saya mendapatkan beberapa pelajaran :
1. Tuhan mengajarkan saya untuk bersabar karena Tuhan mau menggenapi salah satu firmannya "segala sesuatu indah pada waktunya" dan "masa depan itu sungguh ada dan harapan itu tidak akan sia-sia". Saya merasakan hal itu. Mungkin yang membuat lelah adalah tahap proses menunggu waktu itu.
Pada waktu yang tepat, Tuhan akan menjawab. Bisa saja jawaban itu sama seperti yang saya inginkan, atau tidak seperti yang saya inginkan, tapi bisa jadi juga jawabannya malah lebih indah, lebih bagus, lebih dahsyat yang tak pernah saya pikirkan sebelumnya. Saya ga pernah tau rencana Tuhan ke depannya buat hidup saya, tapi saya percaya rencana Tuhan adalah rencana yang terbaik. Karena Tuhan bisa melihat jauh-jauh ke depan.

2. Sebagai salah seorang dari kaum minoritas, mungkin beberapa orang akan berpikir, kesempatan untuk bekerja itu kecil tanpa koneksi. Saya ga pernah setuju dengan ucapan segelintir orang mengenai hal ini. Saya memilih mengikut Dia, dan salah satu konsekuensi nya yah saya harus memikul salibNya. Tak perlu kawatir mengenai ini, karena Tuhan itu berkuasa untuk hal apapun di muka bumi ini. Dan ga perlu menyangkal iman cuma untuk mendapatkan pekerjaan.

3. Setelah 1 tahun lebih menganggur, kembali ke Bandung dan mencari pekerjaan lagi, saya tidak pernah berpikir apakah masih ada perusahaan yang mempekerjakan saya. Yang saya lakukan pada saat itu, hanyalah berusaha, tidak mengandalkan kemampuan saya sendiri karena saya tahu Tuhan mau saya mengandalkan Dia dalam setiap pergumulan hidup saya dan berserah sepenuhnya padaNya. Itu kuncinya, percaya sepenuhnya padaNya. Saya berusaha dan selebihnya adalah pekerjaan Tuhan. Terserah Tuhan mau memberikan kesempatan kerja itu atau tidak. Dan dalam kepasrahan seperti itu, kuasa dan mukjizat Tuhan dinyatakan.

Saya cuma ingin berbagi pengalaman saya ini buat siapapun yang mungkin sedang mengalami proses ini. Salah satunya adalah seseorang di sana yang saya kenal saat ini. Jangan kuatir, Bapa kita adalah Bapa yang baik, mungkin kita belum bisa melihat adanya penggenapan rencana indah itu. Tapi percayalah Dia tahu apa yang terbaik untuk setiap anak-anakNya dan kapan rencana indah itu digenapi. Tetap berusaha, semangat dan berserah sama Tuhan yah..... God Bless You senyum

Picture Source : devianart

Photobucket

Teladan Tidak Melihat Usia

Beberapa hari yang lalu, saya menonton sebuah acara tv Take Him Out, di salah satu stasiun tv swasta. Mungkin diantara teman-teman sudah ada yang pernah menonton. Acara itu merupakan wadah untuk menemukan pasangan. Dimana, dalam acara ini, pada akhirnya seorang wanita akan memilih seorang pria, yang tentunya sesuai dengan kriteria si wanita.


Ada seorang peserta wanita, lebih tepatnya seorang ibu yang berusia 35 tahun, single parent dan mempunyai seorang anak yang berumur 12 tahun. Ibu itu mengikuti acara itu, berharap bisa menemukan pasangannya. Pada saat sesi pertama, yaitu saat perkenalan, beberapa pria memutuskan untuk mengenal profil si ibu untuk lebih jauh lagi.

Di sesi kedua, ibu itu menyanyikan lagu Titi DJ. Dan akhirnya, semua pria tidak ada yang memilih si ibu. Sebagai seorang manusia tentunya ada perasaan sedih dan kecewa, tapi ibu itu mengatakan bahwa pasti ada orang di luar sana, yang menanti dan bukan di acara ini tempatnya.


Si ibu dikejutkan dengan hadirnya seorang anak laki-laki. Anak itu adalah anaknya. Anaknya mengetahui bahwa tidak seorangpun dari antara pria itu yang memilih ibunya. Ia memberikan sesuatu buat ibunya. Sebuah lagu dari the massive, yang jangan menyerah. Saya kira teman-teman sudah pernah dengar lagunya.

Seorang anak kecil, yang masih berumur 12 tahun, mengatakan kepada ibunya untuk jangan menyerah, tetap semangat. Dan akhirnya, ibu dan anak itu bersama-sama menyanyikan lagu itu. Saya sungguh terharu pada saat itu, saya rasa juga peserta dan orang-orang yang ada di situ juga merasakannya. Seorang ibu, single parent yang membesarkan seorang anak, tentunya tidak mudah. Sebuah kata-kata dewasa yang diungkapkan oleh seorang anak kecil, yang mampu menguatkan seorang ibu.

Saya salut sama anak itu, walaupun dia masih berumur 12 tahun, tapi dia mampu memberikan kata motivasi buat ibu, "jangan menyerah ibu" Mungkin, kalau yang mengucapkan itu adalah seorang pria dewasa, katakanlah berumur 20 tahun, maknanya jadi berbeda dibanding dengan seorang anak yang masih belia. 20 tahun saya rasa umur yang cukup untuk bisa melihat banyak hal, pengalaman, dibandingkan dengan seorang anak kecil itu.

1 Timotius 4:12 "Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu."

Sama seperti kehidupan kita. Tuhan tidak pernah melihat usia kita, Tuhan ingin kita bisa menjadi terang dalam kehidupan. Dan jangan pernah berfikir karena kita masih muda, kita tidak layak atau tidak bisa menjadi terang. Kita mulai dari hal yang terkecil, dari lingkungan kita berada pada saat ini. Sebab segala hal yang besar, di mulai dari hal-hal yang kecil.

So, yuk kita menjadi terang bagi kehidupan di manapun kita berada.

Photobucket

I'm Sorry God

Dear God...


Ini aku datang padaMu,
Aku tidak menemukan kata lain, selain kata maaf.
Maaf untuk penghianatan yang kulakukan,
maaf untuk perbuatanku,
maaf untuk kata-kata yang aku ucapkan.

Aku tidak tau apa yang harus kukatakan padaMu
mengenai perbuatanku.
aku tau Kau sudah melihatnya dari atas sana.
Katakan Bapa, apa Kau kecewa padaku?
Apa Kau bersedih? Apa Kau marah?


Ah..pertanyaan yang bodoh.
Tentu saja Kau sedih dan kecewa
atas apa yang kulakukan kemarin.
Karena apa yang kulakukan adalah sesuatu perbuatan
yang tidak berkenan di hadapanMu.
Aku tau itu.
Dan lihat Bapa, betapa bodohnya aku.
Bahkan aku sudah berjanji untuk tidak melakukannya lagi.
Tapi tetap saja kulakukan.

Katakan Bapa? Apa Kau masih mau memaafkanku?
Memaafkan kesalahanku? Memaafkan ketololanku?
Apa Kau masih mau memberikanku kesempatan untuk memperbaikinya, ntah cuma sekali?

Aku terdiam sejenak, tanpa kusadari air mataku menetes.

Suara hatiku berbisik pada saat itu.
"Apa yang kau lakukan selama beberapa hari ini anakKu?
Kau sibuk dengan dirimu sendiri.
Aku rindu mendengar nyanyian pagimu,
saat kita berdua bersama untuk saat teduh.
Dan malamnya, aku rindu kau bercerita
padaKu apa yang telah terjadi selama 1 hari itu.
Seperti dulu yang pernah kau lakukan padaKu.
Aku merindukannya.
Tapi beberapa hari ini tidak Kutemui hal itu."

Oh..maafkan aku Bapa.
Belakangan ini aku terlalu sibuk dengan diriku sendiri.
Aku tau bagaimana aku bisa jatuh lagi dalam kebodohan ku itu.
Aku sudah menemukan jawabannya sekarang.
Bahwa kedekatanku denganMu, dengan firmanMu, mengisi hatiKu
dengan diriMu, itu adalah alatku untuk bangkit kembali
dan tidak mengulangi perbuatanku yang bodoh itu.
Karena firmanMu itu pelita bagi hidupku,
dan kedekatan denganMu, membuat aku lebih sadar lagi,
bahwa Aku ga boleh membuatMu kecewa.

Makasih Bapa, sudah mengingatkanku.
Tolong bimbing aku, aku ga mau berjalan dengan kemampuanku sendiri.
Dan satu permintaanku lagi,
jika suatu saat nanti Bapa tau aku akan melakukan kebodohan itu lagi,
maukah Bapa menegurku?

Yesaya 1:18 Marilah, baiklah kita berperkara! --firman TUHAN--Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.

Photobucket

Berbagi Kasih

Ketika dalam perjalanan menaiki angkot, aku memperhatikan dua orang anak perempuan berseragam SD. Lucu sekali kelihatannya anak kecil itu, klo dikira-kira mungkin berumur 10 tahunan. *sok tau mode on sengihnampakgigi Jadi teringat waktu masih muda belia, zaman SD. ihikhik

Kulihat seorang anak perempuan mengeluarkan sepotong kue dari tasnya. Mungkin itu makanan yang dibawa dari rumahnya sebagai bekal jajan. Tak lama kemudian, ia menawarkan kue tersebut dengan temannya.
"Kamu mau?" bertanya pada temannya.
"Iya, mau." kata temannya. Tentu saja teman nya tadi tidak menolak. Secara tuh kue, kya nya enak banget. Aku aja ampe ngiler lapar, pengen ikutan minta juga. gelakguling
Anak perempuan tadi membagi sepotong kuenya, dan memberikan setengah buat temannya.


Kedua anak itu makan sambil berbicara dan tertawa-tawa.
Anak perempuan yang baik hati..padahal kue nya cuma 1 dan dia rela berbagi kuenya dengan temannya, dengan resiko porsi kuenya berkurang. Tapi bukan arti kue itu yang menjadi masalah. Tapi adalah kerelaan untuk berbagi dengan orang lain. Berkat yang berupa sepotong roti itu dia berikan buat orang lain. Apa yang bisa membuat dia berbagi dengan orang lain? Karena kasih yang ada di dalam diri anak perempuan itu buat temannya.

Pelajaran berharga yang kudapat dari seorang anak kecil. Thanks God. senyum

Galatia 5:14 Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!"

Amsal 11:25 Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.

Gambar diambil dari noimpactman.typepad.com


Photobucket

Perkataan vs Perbuatan

Aw..aw..aw..sepertinya terkena sindrom kecanduan blogging nih. Bisa-bisa seharian blogwalking mulu, baca-baca postingan di blog orang lain. Maafkan aku emak dan bapak, seharusnya aku mengerjakan skripsi yang belom kelar. sengihnampakgigi Sebulan lalu ditanya, udah bab 4. Udah sebulan lebih berlalu, masih saja terus di bab itu. sengihnampakgigi Lagi ga ada inspirasi sih sebenarnya. Nulis skripsi juga butuh inspirasi kan? ihikhik


Teman-teman, apa kalian pernah menyatakan cinta pada orang lain? Ehehe..ya tentu pernah lah yah. Pertanyaan yang aneh. sengihnampakgigi Pernyataan cinta terhadap orang tua, teman, kakak, adek saudara, dan Tuhan. Kata orang cinta itu ga cukup hanya untuk diucapkan butuh perbuatan di dalamnya. Jadi ga cuma sekedar cuma berkata "Aku cinta kamu" (versi Indonesia), atau "I Love You"(versi Inggris), Hum Tumhe Pyar Karte hae (versi India), Wo ai ni (versi Mandarin), Abdi te bogoh ka anjen (versi Sunda), atau Holong rohaku to ho (versi Batak)..hore..hore.. aku bisa mengingat bahasa bataknya. tepuktangan


Lebih dari sebuah perkataan, perasaan cinta itu membutuhkan perbuatan sebagai ekspresi dari perasaan itu. Bagaimana bisa kita menyatakan cinta, tapi kita mengacuhkan, atau ga ada perhatian sama sekali, saat sakit ga di tengokin.. Ucapan berbeda jauh dengan perbuatan. Ah sungguh ndak enak ada di posisi dan keadaan seperti itu. Katanya kau mencintaiku, tapi kenapa perbuatan mu ga menunjukkan perasaan cinta itu? Hanya gombalkah? Aku tak mau digombal. (Weleh..weleh..kok jadi curhat pengalaman pribadi..ihikhik)

Aku jadi berpikir, jangan-jangan selama ini aku pun ga beda jauh kya penggombal itu. Gombalin Tuhan.. Bagaimana perasaan Tuhan yah? Sedihkah Dia? Kecewakah? Maafin aku yah Tuhan, aku bilang aku mencintaiMu, aku sayang Kamu. Tapi apa, terkadang aku belum bisa menunjukkannya. Terkadang masih suka bolos renungan malam, terkadang memuji Tuhan dengan setengah hati, masih belum melayani sesama, ah...masih banyak lagi yang lain yang mengecewakan hatiMu. Tapi Kau masih tetap baik, tetap masih mencintaiku, ga mutusin aku dari status kekasihMu.

Ajarin aku, Tuhan untuk bisa lebih mencintaiMu bukan dari ucapanku saja, tapi juga perbuatanku. Karena "Iman tanpa perbuatan adalah mati."

Photobucket

Setiap Hari Adalah Mukjizat

Mukjizat...apa yang terkandung dari makna kata ini?
Sesuatu yang hebat, sesuatu yang diluar akal pikiran manusia, di mana cuma Tuhan yang berkuasa mewujudkannya.
Seperti kisah di Alkitab, orang mati dihidupkan, merubah air menjadi anggur, mencelikan mata orang buta, dan banyak kisah lain yang dilakukan oleh Tuhan Yesus.

Bagi aku, setiap hari adalah mukjizat.
Saat aku tidur, dan pagi hari nya bisa menghirup udara pagi, itu juga adalah mukjizat.
Bisa melewati satu hari, itu juga mukjizat.
Setiap hari, penuh dengan mukjizat...
Bagaimana dengan kamu teman? blogger-emoticon.blogspot.com

Photobucket

10 Makna Pengampunan

Beberapa hari yang lalu, aku nonton sebuah acara di Metro TV, Kick Andy. Pasti sudah tidak asing lagi dengan acara ni kan?

Waktu itu membahas mengenai kejadian tragis pemboman di Kedutaan Besar Australia, pada tanggal 9 September 2004. Sungguh sedih, mendengar cerita para korban pemboman itu begitu juga dengan keluarga yang di tinggalkan.

Dan yang ngebuat hati lebih meringis, adalah ketika seorang polisi yang kebetulan bertugas mengamankan kedubes menjadi korban nya. Pada saat itu, dia hendak memeriksa mobil yang akan masuk. Tapi siapa yang bisa menyangka, bom itu tiba-tiba meledak. Polisi itu terlempar beberapa meter dari tempat kejadian itu dan masuk ke got.


Melihat dari situasi seperti itu, siapa yang bisa menyangka klo polisi itu masih bisa hidup. Polisi itu koma selama 6 bulan, dan menjalani perawatan selama 9 bulan di Singapura. Saluran pernafasan nya menyempit, jadi tenggorokan nya harus di pasang selang. Institusi tempat dia bekerja, sangat menghargai dia. Buktinya, walaupun suara nya tidak begitu jelas, tapi dia masih bekerja sebagai polisi dan dia bangga dengan profesinya.

Dan pada saat Andy F Nova bertanya pada nya, apakah dia memaafkan pembom nya, yang udah ngebuat dia seperti ini. Polisi itu bilang, dia ga dendam sama sekali, dia udah memaafkan dan biarlah itu urusan dia sama Tuhan. Wow.. orang yang sudah menderita selama beberapa bulan, masih bisa bersikap seperti itu. Salut deh.

Pengampunan ketika dilakukan berdasarkan kekuatan Roh Tuhan menjadi suatu proses melepaskan rasa sakit yang terjadi dalam emosi terhadap pihak lain. Ini juga menjadi proses penyembuhan. Dan sebaliknya, ketika tindakan menolak untuk mengampuni ternyata itu bisa mempengaruhi kehidupan spritual, emosi, fisik.

Apakah arti pengampunan itu? Seorang penulis, Steve Arterburn mengatakan:
1. Membawa kembali fokus kebenaran kita pada Tuhan. Kita genggam kembali kebenaran Tuhan dan kita undang Tuhan sebagai yang terutama.
2. Mintalah pengampunan dan buatlah ganti rugi atas semua kerusakan yang telah dibuat akibat tidak adanya pengampunan.
3. Tidak membuang energi kita dengan kemarahan dan kebencian.
4. Jangan berusaha untuk mengubah orang lain tetapi mintalah Tuhan untuk melakukan hal itu, itupun jika Tuhan menghendaki hal itu.
5. Meninggalkan masa lalu dan menatap masa depan.
6. Menerima pengampunan melalui kuasa Salib untuk dapat mengampuni orang lain seperti kita mengampuni diri kita sendiri.
7. Mentaati perintah Tuhan yang mengatakan jika kita mengampuni maka Tuhan akan mengampuni dosa kita.
8. Harus disadari, untuk memulai proses mengampuni mungkin akan berlangsung dalam waktu yang panjang.
9. Hidup dalam teladan pengampunan yang Tuhan sudah berikan.
10. Menyelidiki perjalanan hidup kita dan membuang semua kebencian dan sakit hati dan luka di masa lalu.

Teman-teman, apakah kita sudah mengampuni orang lain? Ayo,kita lakukan sekarang.. Karena menampuni itu melegakan hati kita dan menyenangkan hati Tuhan senyum

Photobucket

Kacamata GOD

Teringat kejadian lucu pada saat kuliah dulu. Aku punya temen, sebut saja nama nya N. Aku dan N ini punya kekurangan dalam hal mata. Kita berdua sama-sama minus. Dan kebiasaan kita yang sama, cuma pake kacamata pada saat kuliah di dalam kelas. Klo udah di luar kelas, biasanya kita suka lepasin kacamata. Yah rada sedikit burem sih, tapi mata yang rabun ini masih bisa dipake buat naik dan turun tangga di kampus tanpa jatoh. sengihnampakgigi

Setelah kelas bubar, sekitar jam 9 malam, aku pulang bareng ma N. Waktu itu, kita harus jalan ampe di depan mall BIP, karena angkot kita ada nya di sana. Ketika dalam perjalanan menuju BIP, tiba-tiba N nyeletuk :


N : "Itu si Budi bukan, yang di depan kita?" (*nama juga disamarkan). Waktu itu dia nunjukin seorang cowok yang berjarak beberapa meter dari kita
Aku : "Yang mana?"
N : "Yang itu? Masa ga kelihatan"
Aku : "Hah, ga kelihatan." ngakakAku langsung ngakak kenceng. Karena aku tahu, dia bertanya ma orang yang salah, yang matanya juga minus. Kulihat dia cuma bingung, melihat reaksi ku. Tapi demi prikemanusiaan, pri ketidakmengertian dan aku ga mau dikira gila ma orang-orang karena ngakak sendiri jelir Lalu ku katakan "Aku dan kamu kan punya mata minus. Jadi gimana mungkin, kita berdua bisa melihat dengan jelas. Kamu nanya ma orang yang salah."
N : "Eh..iya yah..." Dia ikutan ngakak. Kali ini aku ga takut dikiran gila, karena punya temen ketawa. sengihnampakgigi

Pasti lain ceritanya, jika kita berdua bertanya sama teman yang punya mata normal, pasti kita tahu jawabannya.

Secara ga sadar atau sadar, terkadang kita bersikap seperti itu. Saat kita ada masalah, ada sesuatu yang perlu kita tahu jawabannya dari pilihan kita, saat kita mo ngambil keputusan. Kita cenderung mencari orang lain. Padahal orang lain juga sama seperti kita punya keterbatasan dalam memecahkan masalah, dalam kebijakan. Dan ada yang sebagian orang juga, dalam mengambil keputusan berdasarkan keputusan orang lain, orang tua, teman.

Tapi, pada saat kita telah mengambil keputusan, apakah keputusan itu adalah keputusan yang tepat? Yang akhirnya akan membuat hidup kita lebih baik?
Teman, kita melupakan satu pribadi yang paling tau yang terbaik buat kita, tempat kita paling tepat untuk bertanya, untuk kita mencari jawaban, yaitu GOD.

Karena GOD, tahu yang terbaik untuk kehidupan kita. Jadi, kenapa kita ga bertanya pada GOD?
Yuk, kita andalkan GOD dalam masalah kita, dalam keputusan yang kita ambil. Agar kita tidak salah memutuskan.

Photobucket

Kedamaian dari Tuhan

Pagi-pagi sudah dikejutkan dengan berita menyedihkan. Peristiwa ledakan di kawasan mega kuningan jakarta yaitu hotel JW Marriot dan hotel Ritz Carlton. Akibat ledakan itu banyak korban luka bahkan meninggal dunia. Bagaimana mungkin ada orang yang mengorbankan dirinya untuk membunuh orang banyak. Apa nyawa itu sudah ga ada harga nya sama sekali? Memprihatinkan sekali. Semoga korban luka cepat sembuh dan keluarga korban yang meninggal, diberikan kekuatan dan ketabahan. doa


Dukacita, kekhawatiran, dan dukacita dapat menyebabkan kita terperosok dalam kesulitan hidup yang berat. Tapi sebagai Bapa, Dia tidak pernah meninggalkan kita sendirian melewati masa-masa sulit dalam kehidupan kita. Dia berikan perlindungan dan damai sejahteraNya. Tuhan mengizinkan kita menderita, ketakutan dan cemas. Agar kita sebagai anak-anakNya menyadari ketidakberdayaan kita dan mau bergantung sepenuhnya padaNya.

Ketika kita berada bersama Tuhan, kita diberikan hidup dalam damai dengan orang lain. Dengan damaiNya itu, kita dimampukan untuk menyelesaikan masalah kita, mengampuni orang lain bahkan mengasihi orang yang menyakiti kita. Tuhan akan bersama kita dalam melewati badai hidup dan kita akan semain bertumbuh lebih kuat dalam kehidupan.

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu ~ Yohanes 14:26

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, AKu telah mengalahkan dunia ~ Yohanes 16:33

Yang hatinya teguh Kau jagai dengan dengan damai sejahtera, sebab kepadaMulah ia percaya. ~ Yesaya 26:3

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. ~ Filipi 4:6-7

Photobucket

Memerangi Dosa

Hari sabtu kemarin sobatku menginap di kost an. Kebetulan toilet di kost an ada di luar, dan jam sudah menunjukkan pukul 23.00 lebih. Sahabat ku ini takut keluar sendiri. Jadilah aku temenin ampe di depan pintu toilet. Setelah dia selesai, aku berjalan di depan dan dia dibelakang. Saat aku udah sampai di depan pintu kamar, kulihat dia berlari-lari. Dan tebak kenapa dia berlari-lari? Cuma karena di depan nya ada tikus yang sedang melintas. ngakak Ga tahan aku untuk nahan ketawa. Ngelihatin mukanya yang ketakutan + kegelian akan hitam nya si tikus. Dan itu tikus, memang gendut banget, enak kali yah di buat jadi baso. fikirsengihnampakgigi. Ayo, jika ada mang-mang tukang baso yang baca postingan ini dan tertarik terhadap tikus-tikus montok itu, silahkan kontak aku. ihikhik


Banyak orang tidak suka dengan tikus. Klo dia udah ada di rumah, pintu bisa digigit, kabel apalagi. Tentunya kita ga pengen kan, rumah kita di rusak oleh tikus-tikus itu. Oleh karena itu dikerahkan lah segala cara untuk membasmi tikus mulai dari obat pembasmi tikus beredar di pasaran, siapain perangkap tikus sampai pelihara kucing.

Begitu juga dengan dosa, dosa membuat diri kita rusak, dosa juga membuat adam dan hawa diusir dari taman eden. Dan si iblis pasti senang banget pada saat kita melakukan dosa, karena dia berpikir dia bakal punya temen di neraka. Bahkan di alkitab di katakan upah dosa adalah maut. Sebagai orang kristen, kita seharusnya mengungkapkan dan menegur dosa, apakah itu dalam kehidupan kita sendiri, di gereja, atau di dunia. Kita dapat melakukannya dengan baik hidup, hidup benar, dan juga berbicara kebenaran di dalam kasih.

EFESUS 5 : 11-14

Photobucket

UntukMu yang kusayangi

2 sendok makan gula + 1 sendok makan kopi, diseduh dengan air mendidih dan gelas yang besar yang khusus dipakai untuknya.

Itu komposisi kopi favorit untuk bapak. Aku tau banget mengenai ini.

Dulu saat pertama kali membuat kopi, pasti rasa nya aneh. Ntah gulanya kebanyakan atau kopi nya yang terlalu pekat. sengihnampakgigi Klo sudah kya gini, siap-siaplah menerima kritik dan saran dari bapak. ihikhik Akhirnya setelah aku mendengarkan saran darinya, aku tau komposisi dari minuman kopi favoritnya.

Kebiasaan minum kopi sambil nyantai-nyantai ini dilakukan selepas bapak pulang kerja pukul 4 sore. Minum kopi sambil menonton tv dan bercengkrama ditemani oleh anak istrinya. Aku senang banget klo udah dalam situasi seperti ini kita, bisa ketawa-ketawa membahas sesuatu, bisa juga untuk berdiskusi mengenai masalah atau menceritakan pengalaman masing-masing pada hari itu.

Saat kita menyayangi dan mengasihi seseorang, kita tau banyak mengenai orang itu. makanan dan minuman yang disukainya, kebiasaannya, jalan pikirannya, sifatnya. Dan pastinya kita ingin membuat orang yang kita sayangi dan kasihi bahagia, bukannya sedih atau kecewa. Bener ga?


Sama seperti kita menyanyangi, mengasihi Tuhan Yesus dalam kehidupan kita. Kita tau apa yang Dia sukai dan apa yang tidak Dia sukai untuk kita lakukan. Tapi kenapa yah kita masih belum bisa melakukan hal itu? Apa yang kita buat malah terkadang sesuatu yang tidak disukainya dan menyakiti hatiNya. Bahkan yang lebih parah lagi, kita tau apa yang akan kita perbuat akan melukakan hatinya, eh malah kita lakukan.

Jika Tuhan Yesus bertanya kepada kita, "Nak, apakah benar kamu mengasihi dan menyayangi Aku? Apa yang telah kamu perbuat untukKu? Kenapa kamu membuatKu bersedih atas apa yang kamu lakukan?

Apa respon kita? Apakah kita akan meresponinya atau malah bersikap acuh tak acuh? Seperti kata pepatah, masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Bener ga yah? sengihnampakgigi

Yuk teman-teman kita belajar melalukan apa yang disukai oleh Tuhan Yesus, yang menyenangkan hatiNya. Sama seperti kita berusaha menyenangkan hati orang lain. Dan kita belajar mendengarkan dan melakukan, kritik serta saran dariNya.

Photobucket